Ditulis oleh Administrator
|
08 Desember 2011
NewsFlash
Suara Merdeka 03 April 2012
SMP 2 Temanggung dan SMA 1 Bandar Juara Sekolah Hijau

SEMARANG- SMP 2 Temanggung dan SMA 1 Bandar meraih penghargaan sebagai sekolah terhijau versi Universitas Negeri Semarang (Unnes). Predikat tersebut diumumkan pada puncak penyelenggaraan Dies Natalis Ke 47 Unnes, belum lama ini.
Kegiatan Unnes Green School Award diselenggarakan untuk kedua kalinya dan melibatkan sekolah jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK di seluruh Jawa Tengah. Pada proses seleksi masuk 10 nomine masing-masing jenjang, hingga akhirnya juri memutuskan tiga juara di tiap jenjang.
Untuk jenjang SMP, juara I diraih SMP 1 Kudus, juara II SMP 2 Banjarnegara, dan juara III SMP 2 Temanggung, sedangkan jenjang SMA, juara I SMA 1 Mojotengah Kabupaten Wonosobo, juara II SMK 1 Temanggung, dan juara III SMA I Bandar Kabupaten Batang.
Kepala Badan Konservasi Unnes Dr Margareta Rahayuningsih mengatakan, ini salah satu upaya untuk menyebarkan virus kebaikan dan cinta pada lingkungan, khususnya di sekolah. ”Mereka yang lolos telah melewati proses seleksi selama beberapa minggu, termasuk penilaian visitasi dari panitia dengan datang langsung ke sekolah,” ungkapnya.
Sebagian besar peserta yang mengikuti kompetisi tersebut telah mengimplementasikan unsur-unsur sekolah hijau di sana. Seperti pemenang juara pertama I jenjang SMP, Kepala SMP 1 Kudus Oky Sudarto mengatakan, sekolah hijau telah dilaksanakan sesuai visi dan misinya, yakni dengan mewujudkan unsur reduce atau mengurangi limbah plastik hingga memiliki desa binaan.
”Pengurangan limbah plastik dilakukan dengan mengimbau siswa membawa gelas sendiri dari rumah dan sekolah akan menyediakan galon air untuk minum, sehingga siswa dibiasakan tidak menggunakan plastik es untuk jajan,” katanya.
Sementara di SMA 1 Mojotengah Kabupaten Wonosobo dalam setahun terakhir ini aktif di kebun bibit sekolah. Sekolah menanam semua jenis tumbuhan mulai tanaman keras, sayuran, hingga hias. Selain itu, juga mempraktikkan limbah hijau atau pengolah sampah menjadi pupuk yang dilakukan siswa kelas X.
”Kami mengajak seluruh warga sekolah untuk aktif melakukan kegiatan ini, termasuk penelitian siswa yang diarahkan berbasis lingkungan,” ungkap Kepala SMA 1 Mojotengah Sri Widiastuti. (K3-37)